Tag Archives: Krisis Ekonomi

Pelajaran dari Yunani

Dipublikasikan di Kompas, Edisi 10 Juli 2015

“Politicians have become masters in the dark arts of expectation management.” (Economist, 17 Januari 2015)

Ketakutan pasar awal tahun lalu terbukti. Pada saat Alexis Tsipras (40 tahun) dari partai sayap kiri Syriza diperkirakan akan memenangkan pemilu Yunani 25 Januari 2015 lalu, harga obligasi pemerintah Yunani pun anjlok. Pasar sudah membayangkan masa depan ekonomi Yunani bakal tidak jelas. Alasannya: selama masa kampanye, Tsipras menyerukan agenda anti-penghematan fiskal yang populis dan berlawanan dengan nasihat para krediturnya, yaitu Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB), dan IMF, yang sering disebut “Troika”.

Berbagi Tugas Mengawal Ekonomi

Dipublikasikan di Majalah Tempo, Edisi 9 Juli 2015

Tahun 2015 ini pastilah menjadi tahun yang paling memusingkan kepala bagi para ekonom Indonesia setelah tahun 2008 lalu: pertumbuhan ekonomi melemah, inflasi naik, Rupiah tertekan. Perlu solusi komprehensif dan terukur, yang tidak hanya melibatkan domain ekonomi. Situasi ini menegaskan perlunya leadership dan kompetensi dalam kebijakan ekonomi Indonesia.

Meski Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat (AS), belum juga menaikkan target suku bunga acuannya—yang sejak 2008 masih bertengger antara 0 hingga 0,25 persen, namun ini tidak berarti gonjang-ganjing di sektor keuangan berhenti. Yunani, Puerto Rico, dan pasar saham Shanghai satu per satu membawa berita buruk terhadap pelaku pasar—yang bila digabungkan dengan kinerja ekonomi AS yang lumayan pada Juni lalu—bisa membuat dollar menguat.

Bila pemulihan ekonomi AS berlanjut, Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga satu hingga dua kali dalam tahun ini, pada September dan Desember. Mengantisipasi itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai naik, modal pun keluar dari negara-negara lain dan masuk ke AS. Akibatnya, dollar menguat, dan mata uang lain termasuk Rupiah, melemah.

Krisis 2008: Sci-fi atau Fakta?

(Dimuat di harian Kompas, Kamis 24 Juli 2014)

The aftermath of banking crises is associated with profound declines in output and employment.” (Reinhart and Rogoff. 2009. “The Aftermath of Financial Crises.” American Economic Review, vol. 99 No. 2, hal. 466)

Rabu kemarin hakim pengadilan Tindak Pidana Korupsi memutus Budi Mulya bersalah. Yang menjadi salah satu pertimbangan majelis hakim adalah krisis—yang merupakan kondisi yang menjadi dasar Bank Indonesia menggelontorkan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan memberikan rekomendasi pemberian bailout kepada Bank Century—tidak terjadi di Indonesia.